Mengelola emosi adalah keterampilan penting yang perlu dipelajari setiap individu, termasuk anak-anak. Namun, bagi banyak orang tua, menghadapi anak yang sering mengalami ledakan emosi atau sulit mengendalikan perasaannya bisa menjadi tantangan besar. Anak-anak yang belum sepenuhnya berkembang secara emosional sering kali kesulitan mengekspresikan perasaan mereka dengan cara yang tepat. Hal ini bisa menyebabkan tantrum, ledakan amarah, atau bahkan sikap menarik diri. Artikel ini akan membahas mengapa anak sulit mengontrol emosinya serta cara efektif bagi orang tua dan pendidik untuk membantu mereka mengembangkan keterampilan regulasi emosi yang lebih baik. 1. Mengapa Anak Sulit Mengontrol Emosinya? Terdapat beberapa alasan utama mengapa anak-anak mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi mereka: a. Perkembangan Otak yang Belum Sempurna Salah satu penyebab utama anak sulit mengontrol emosi adalah perkembangan otaknya yang masih dalam proses. Bagian otak yang bertanggung jawab at...
Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Dengan berbagai platform seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube, anak-anak dapat berinteraksi, belajar, dan menghibur diri. Namun, di balik manfaat yang ditawarkan, penggunaan media sosial oleh anak-anak juga membawa sejumlah risiko yang perlu dipahami oleh orang tua dan pendidik. Artikel ini akan membahas berbagai risiko yang mungkin dihadapi anak saat menggunakan media sosial serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi mereka. 1. Risiko Paparan Konten yang Tidak Sesuai Salah satu risiko terbesar yang dihadapi anak saat menggunakan media sosial adalah kemungkinan terpapar konten yang tidak sesuai dengan usianya. Konten yang tidak pantas bisa berupa: Kekerasan – Video atau gambar yang menampilkan tindakan agresif atau sadis. Pornografi – Konten dewasa yang dapat merusak pola pikir anak. Informasi hoaks atau berita palsu – ...